Dangiang - Kabupaten Garut merupakan daerah yang terkenal dengan produksi pertaniannya. Banyak dari warga Garut yang menjadi petani sebagai mata pencahariannya, ada berbagai macam tanaman yang ditanam seperti kentang, kol, tomat, cabai dan lain-lain.
Pertanian merupakan salah satu potensi unggulan yang ada di Desa Dangiang, Kecamata Cilawu, Kabupaten Garut. Salah satu warganya, Ibu Onih, merupakan salah satu petani di Desa Dangiang, yang telah menjalani profesi sebagai petani sejak tahun 1999 dan masih aktif bertani hingga saat ini. Ketertarikannya pada pertanian dipicu oleh kemajuan zaman dan kebutuhan sehari-hari. Awalnya, Ibu Onih menanam padi, akar wangi. Namun, saat ini dia beralih ke cabai keriting dengan sistem tanam bergantian.
Hampir 60% warga Desa Dangiang saat ini beralih menanam cabai keriting. Tanaman ini memerlukan waktu 3 bulan dari penanaman hingga panen. Proses panen bisa dilakukan setiap 2 sampai 3 kali dalam 1 bulan. Masa ketahanan pohon cabai keriting bisa mencapai 7-8 kali panen, tergantung pada pengelolaannya. Setiap panen menghasilkan sekitar 3 ton cabai keriting.
Proses penanaman menggunakan mulsa untuk mencegah rumput tumbuh dengan cepat serta untuk menjaga kelembaban tanah sehingga akan membuat tanaman tumbuh dengan baik. Luas tanah yang ditanami cabai kriting mencapai 1820 meter persegi. Pohon cabai diberi pengobatan seminggu sekali dengan cairan atau tepung obat kimia. Cabai dijual kepada bandar di wilayah Desa Dangiang. Harga cabai mengikuti pasar dan tidak menentu.
Kendala yang dihadapi termasuk kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga yang mahal dan susah di dapat, serta masalah dengan jenis cabai Patek dan batang cabai yang buruk.
Pemilik : Ibu onih (59)
Narasumber (yg di wawancara) : Muhamad sobar (petani) ibu onih (petani)