Dangiang - Bangreng adalah jenis musik yang dimainkan dengan cara ditabuh. Grup Bangreng Dangiang Arum berdiri pada tahun 2013, meneruskan tradisi kesenian secara turun temurun. Nama “Bangreng Dangiang Arum” memiliki arti “Dangiang” diambil dari nama desa, dan “Arum” berarti harum.
Bangreng Dangiang Arum telah mengalami 2 tahapan generasi, dengan jumlah pemain 12 orang. Alat-alat yang dimainkan meliputi terbang, kendang, goong, kecrek, biola, terompet, dan vokal. Jenis lagu yang dibawakan mencakup lagu buhun, lagu sunda, dangdut, dan kolaborasi berbagai jenis lagu seperti lagu “Buah Kawung,” “Kembang Beuruem,” “Wangsit Siliwangi,” “Bambung Hideung,” “Kembang Boled,” “Daun Puspa,” dan lagu lainnya.
Bangreng Dangiang Arum sering mengisi acara hajatan, khitanan, peringatan 17 Agustus, hari jadi Garut, dan undangan dari dinas pariwisata. Tarif manggung berkisar antara 3 juta hingga 3,5 juta, menyesuaikan dengan jarak tempuh. Jadwal latihan yaitu Sabtu dan Minggu yang dilakukan pada malam hari.
Tak hanya tampil di daerah Garut, Bangreng Dangiang Arum juga pernah meramaikan acara di daerah Tasik dengan sambutan yang antusias dari masyarakat. Selain itu, terdapat juga grup Bangreng lain yang masih satu manajemen, beranggotakan perempuan semua dengan total 7 orang. Harapan dari grup Bangreng ini adalah agar pemerintah dapat lebih memperhatikan fasilitas dan memperkenalkan kesenian Bangreng ke masyarakat yang lebih luas.
Dengan semangat dan dedikasi mereka, diharapkan kesenian Bangreng Dangiang Arum terus berkembang dan turut memperkaya budaya lokal
Ketua: Adang (56)
Kontak: WA: 081532264534